BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, William Novetra menyarankan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk memberikan terobosan baru mengelola dana desa.
"Kita ingin pemerintahan desa itu bisa menjadikan dana desa itu produktif," kata William, Sabtu (27/4/2019).
Besarnya dana desa kata dia selama ini belum terkelola secara signifikan perubahannya dalam kemajuan desa. Maka dari itu dana itu jika masih belum bisa dibelanjakan ke sektor infrastruktur dan pembangunan desa hendaknya bisa dijadikan modal untuk usaha desa
Jangan sampai, kata dia dana desa yang miliaran rupiah ini kembali jadi sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) setiap tahunnya.
"Saat ini, banyak sektor yang bisa digarap untuk usaha desa, misal untuk koperasi simpan pinjam, jual beli sembako, bahan bakar atau gas elpiji," tegasnya.
--page
Artinya kata dia semua usaha di desa itu sah saja diambil alih dengan BUMDes, terlebih yang paling mudah dan produktif ini untuk simpan pinjam karena masyarakat akan terbantu dengan program itu.
William menegaskan dana desa itu jangan dipikirkan hanya semata untuk membangun jalan dan jembatan. Namun ketika dua program itu terkendala maka serapan dana desa juga berimbas.
Tidak sedikit kata dia desa yang masih berstatus kawasan hutan tidak bisa melaksanakan kegiatan proyek desa, kalau begitu uangnya mesti tetap diserap dengan kegiatan lain, jangan disia-siakan peluang dana desa itu untuk mendapatkan sumber pendapatan desa.(NACO/m)








