BORNEONEWS, Palangka Raya – Berdasarkan hasil Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang berlangsung di SMA Muhammadiyah Palangka Raya, Sabtu (27/4/2019), diharapkan soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBN-BK) lebih mengarah ke kisi-kisi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
Sehingga sebagian besar soal merupakan hasil susunan para guru di sekolah. Total soal 75% merupakan soal buatan guru di sekolah, sedangkan 25% sisanya disusun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
“Guru di sekolah yang memahami kondisi siswa sebenarnya dapat menyusun soal sendiri dengan persentase sebesar 75%. Baru nanti digabungkan dengan 25% soal yang disusun BSNP,” ujar Sekretaris MKKS Adrianyah.
Dengan begitu, lanjut dia, nantinya MGMP tidak perlu ikut menyusun soal. Mereka cukup membuat kisi-kisi untuk soal USBN-BK.
Ia berharap untuk tahun pelajaran 2019/2020 nanti, MKKS perlu memperbarui hal yang sudah baik dan memperbaiki hal yang masih keliru.
--page
“Kita harus berbenah ke arah yang lebih baik, salah satunya terkait USBN-BK,” tegasnya.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Kalteng, Syaifudi,
(HERMAWAN DP/B-3)








