PERTUMBUHAN EKONOMI –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Yomin Tofri menyebut hampir semua sektor usaha ekonomi ada di kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Lengkapnya sektor usaha di Pangkalan Bun ini pun ternyata sangat berdampak pada prospek peningkatan ekonomi masyarakat.

"Apa saja usaha yang ada di Kalteng ini, itu juga ada di Pangkalan Bun. Terbaru, di Pangkalan Bun dibangun dua hotel, salah satunya Hotel Marcure," ujarnya, Minggu (28/4/2019).

Dengan pesatnya kemajuan ekonomi di Pangkalan Bun, Yomin tidak ragu menyebut bahwa tempat kelahiran Gubernur Kalteng Sugianto Sabran tersebut layak untuk menjadi percontohan perhitungan daerah inflasi.

"Harapannya beberapa tahun ke depan Pangkalan Bun menjadi pengukuran daerah inflasi," imbuh dia.

Sementara itu, pemilik CBI Group H Abdul Rasyid AS menjelaskan alasan dia membangun hotel Mercure Pangkalan Bun karena sudah lama bercita-cita ingin memajukan tempat yang membesarkannya.

"Saya merasa bangga, karena salah satu cita-cita saya sejak tahun 2000, yaitu menginginkan Pangkalan Bun memiliki hotel berkelas internasional. Alhamdulilah akhirya cita-cita ini bisa terlaksana yaitu 18 tahun kemudian baru dilakukan peletakan batu pertama," jelas H Abdul Rasyid.

Menurut H Abdul Rasyid, ada beberapa hal yang menjadikan alasan kenapa pihaknya membangun hotel dan gedung perkantoran di Pangkalan Bun.

"Berdasarkan pertimbangan banyak hal, salah salah satunya apakah menguntungkan secara bisnis bila membangun hotel di Pangkalan Bun. Walaupun banyak pihak yang menyatakan Pangkalan Bun masih belum layak secara ekonomi, namun lantaran saya ingin memajukan daerah asal saya yaitu Pangkalan Bun, maka diputuskan hotel tersebut kita bangun di sini," urai H Abdul Rasyid. (GAZALI)