SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Rekapitulasi yang bergulir di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur membuat persoalan. Ada suara dari seorang celeg berinisial NK dianggap menggelembung.

Di sisi lain petugas PPK saat diminta membuka kotak suara untuk dihitung ulang menolak. Bahkan jika sampai Minggu (28/4/2019) ini petugas tetap juga menolak, peserta pemilu mengancam akan melaporkannya.

"Kalau sampai hari ini tidak juga dibuka kotak suara kami akan melaporkan petugas PPK," kata Cici Desiliya, Minggu kepada Borneonews.co.id.

Menurut anggota DPRD Kotim ini, penggelembungan suara itu terjadi di beberapa TPS, bahkan jumlahnya mencapai ratusan suara. Sementara saat rekapitulasi di tingkat KPPS atau TPS suaranya tidak ada.

Persoalan itu juga dibenarkan oleh tokoh masyarakat bernama Bambang. Seperti di TPS 8 Desa Tanjung Jariangau, Kecamatan Mentaya Hulu dalam data rincian perolehan suara dalam lembaran itu hanya satu caleg dari partai itu yang memperoleh enam suara.

--page

Namun, kata mantan kades itu, nama oknum caleg lainnya dari partai tersebut bertambah 37 suara sehingga sangat tampak jelas adanya kejanggalannnya.

"Tidak hanya di TPS  8, di TPS lain juga demikian bertambah juga suaranya. Kalau di Mentaya Hulu ini total suaranya bertambah sekitar 600," tegasnya.

Ia menegaskan ini adalah dugaan permainan yang sangat jelas. Jika petugas PPK tetap ngotot memplenokan itu, pihaknya mengancam akan melaporkannya.

Dari data yang diberikan kepada Borneonews.co.id dugaan penggelembungan suara itu terjadi di TPS 2 dan 8 Desa Tanjung Jariangau.  TPS 16, TPS 13, TPS 11 Kuala Kuayan, dan TPS 4 Desa Kapuk.

Sementara itu Ketua KPU Kotim Siti Fatonah Purnaningsih nampaknya belum menerima laporam soal permasalahan itu. "Coba saya klarifikasi dulu," ucapnya.

--page

Namun demikian kata dia kalau memang di plano permasalahannya sudah jelas peruntukkan suaranya fan tinggal di lakukan perbaikan.

"Kalau semuanya jelas kenapa harus buka kotak suara," tegasnya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kotim M Tohari saat dikonfirmasi terkait persoalan di PPK wilayah utara Kotim tersebut menyebutkan masalah itu sudah sampai ke mereka. 

"Sudah kami tindaklanjuti," katanya singkat. (NACO/m)