SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, H Rudianur turut memertanyakan alasan pasar yang sudah dibangun Pemkab Kotim dengan dana miliaran rupiah, tetapi tidak difungsikan. Seperti pasar di kawasan eks Mentaya.

Dia menyebutkan agar pemerintah menjelaskan secara terbuka terkait masalah itu. Karena persoalan pasar ini sudah dibangun namun belum fungsional.

Hingga saat ini, kata Rudianur, ada beberapa persoalan pasar, seperti mangkraknya pembangunan Pasar Mangkikit yang  bertahun-tahun ini tidak ada kejelasan penyelesaian, serta fungsional pasar eks Mentaya.

"Pasar itu rencananya dialihfungsikan untuk kegiatan lainnya, namun sampai kini belum jelas peruntukannya. Kemudian pasar eks Mentaya yang disebelahnya juga demikian. Pasar berlantai 2 dengan dana Rp 25 miliar dengan sistem tahun jamak ini hingga sekarang tidak jelas juga fungsinya," kata Rudianur, Minggu (28/4/2019).

Dia sampai kini tidak mengetahui persis persoalan itu, terutama yang di Taman Kota Sampit itu atau eks Mentaya. Padahal pasar itu seharusnya sudah difungsikan untuk pedagang, namun sudah bertahun-tahun tidak difungsikan.

--page

"Apa masalahnya, kalau ada kendala harus disampaikan. Sayang dana besar ada di situ," tandasnya. (NACO/B-11)