BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua Satgas Gerakan Literasi Nasional (GLN) Kemendikbud RI, Pangesti Wiedanti mengingatkan pentingnya penguatan literasi melalui budaya membaca.
Pangesti meyakini kebiasaan membaca 15 menit sebelum Proses Belajar dan Mengajar (PBM), merupakan pintu masuk kegiatan literasi di sekolah.
"Penting untuk membangun karakter dan menanamkan keterampilan abad 21, yakni berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif,” kata Pangesti didampingi Wakil Ketua Satgas Gerakan Literasi Nasional (GLN), Wien Muldian dalam rilis dari Dinas Pendidikan Kalteng, Minggu (28/4/2019).
Dia meyakini kebiasaan membaca tersebut akan membantu siswa Indonesia siap menghadapi masa depan yang sesungguhnya.
Pangesti juga mengingatkan, kebiasaan membaca baik untuk guru dalam meningkatkan kreativitas dan meningkatkan potensinya, sekaligus menjadi teladan yang baik untuk siswanya.
--page
“Jika siswa diharuskan membaca buku nonteks pelajaran selama 15 menit sebelum PBM, guru yang mendampingi mestinya juga harus ikut membaca,” sebut dia.
Pada kesempatan itu dia juga mewanti-wanti guru untuk bisa menahan kecenderungan untuk bermain gawai (gadget) untuk sesuatu yang tidak penting. (HERMAWAN DP/B-11)








