PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengingatkan pentingnya penguatan literasi yang harus dilakukan melalui gerakan terintegrasi.

“Literasi harus menjadi gerakan yang  terintegrasi dengan aspek lain yang mendukung. Jadi literasi tak sekadar membaca,” sebut Ketua Satgas Gerakan Literasi Nasional (GLN) Kemendikbud, Pangesti Wiedanti dalam rilis dari Dinas Pendidikan Kalteng, Minggu (28/4/2019).

Menurutnya, literasi harus mampu membangkitkan kemampuan untuk memahami, mengelola serta menggunakan informasi dan pengetahuan.  Selain itu, juga harus menerapkannya secara cerdas dan bijak dalam kehidupan. 

“Dengan literasi kita bisa mengelola pengetahuan dan memanfaatkannya sebagai bukti bahwa kita manusia yang literat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup,” ucap dia.

Dia juga mengakui, di era modern ini buku tidak hanya dalam bentuk cetakan. Namun juga dalam bentuk elektronik (e-book) yang bisa disimpan dalam gawai.

--page

Namun, Pangesti Wiedanti menilai penggunaan buku elektronik terkadang tidak seefisien dan semudah menggunkan buku cetak konvensional.

“Saat membuka gawai, sudahkah kita bisa fokus dan serius membaca buku atau membaca informasi yang baik? Atau dengan membaca gawai kita akan begitu mudah beralih dan tidak fokus,” kata dia. (HERMAWAN DP/B-11)