PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Maraknya praktik money politic atau politik uang saat ini membuat implementasi sistem demokrasi melalui pemilu rakyat masih sangat minim melahirkan perwakilan politik hasil dari pilihan hati nurani rakyat.

Masih belum sehatnya kesadaran politik masyarakat ini disampaikan pengamat politik dari Fakultas Fisip Universitas Palangka Raya, Jhon Retei Alfri Sandi melalui pesan singkat.

"Masih minim wakil rakyat yang lahir dari hati nurani, kecuali memang pada kader tertentu," sebutnya, Senin 29 April 2019.

Jhon meyakini ke depan terpilihnya anggota legislatif karena sokongan money politic akan mempengaruhi kualitas mutu kinerja lembaga legislatif sebagai wakil rakyat.

"Karena lazimnya calon yang berkualitas pasti memiliki keterbatasan modal dan mereka banyak kalah dalam kontestasi," tulisnya.

--page

Dia juga mengingatkan konstituen pada dasarnya tidak hanya melulu terdorong oleh bayaran semata. Tapi juga didasari perasaan kedekatan dengan calon. (HERMAWAN DP/B-6)