PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya -  Pemerintah Kota Palangka Raya berencana lebih menekankan tindakan pencegahan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan saat memasuki musim kemarau tahun ini.

"Perlu langkah antisipatif preventif semua pihak untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan," ucap Wakil Wali Kota Palangka Raya, Umi Mastikah di sela rakor penetapan status bencana karhutla 2019 pada Senin, 29 Maret 2019.

Ia menilai, penetapan siaga perlu dilakukan secepat mungkin sehingga nantinya dapat segera dilakukan langkah antisipatif. Baik itu berupa imbauan maupun sosialisasi langsung ke masyarakat. 

Pencegahan dari sumbernya dinilai paling tepat, mengingat masyarakat mempunyai peran strategis dalam menjaga lingkungan di sekitarnya.

"Yang paling strategis adalah masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, kami bersama-sama akan mengajak semuanya mulai dari tingkat RT/RW, Kelurahan dan juga di tingkat kecamatan," kata Umi Mastikah.

--page

Dalam acara tersebut, Umi hadir mewakili Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Plt Kepala BPBD Kota dan jajaran Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). (HERMAWAN DP/B-2)