BORNEONEWS, Muara Teweh- Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah Sutransyah mengatakan bahwa hanya ada dua desa yang masuk dalam binaan PWI. Yakni satu desa di Provinsi Aceh dan Kalteng.
“Dengan kegiatan yang dilakukan seperti ini merupakan sebuah prestasi yang sudah dicapai di daerah. Waktu kita kongres di Aceh ada juga desa binaan wartawan. Dan satu lagi di daerah kita Kalimantan Tengah (tepatnya Desa Sabuh, Kabupaten Barito Utara)," kata Sutransyah, Senin (29/4/2019).
Ia mengaku gembira dengan yang sudah dilakukan PWI Barito Utara. Salah satunya membina desa hingga belasan tahun sejak 1996.
Menurut Sutransyah, wartawan selain menulis berita juga dapat melaksanakan kegiatan sosial, di antaranya bermitra dengan desa dalam menyuarakan pembangunan di daerah.
“Ini tentu saja pekerjaan mulia bagi teman di daerah yang dapat membantu warga sekitar,” jelasnya.
--page
Sementara itu, ketua PWI Barito Utara periode 2005-2010, Muhammad Yamani, menuturkan bahwa dirinya sangat bangga dengan kegiatan yang sudah dilakukan oleh PWI Barito Utara.
Dulunya, kata dia, Desa Sabuh tidak semaju sekarang. Yang mana jalan desa hanya ikut perusahaan HPH, begitu juga dengan fasilitas desa lainnya.
Ia juga mengatakan bahwa organisasi PWI memang tidak punya anggaran untuk membantu pembangunan. Tetapi setidaknya dapat menyuarakan aspirasi masyarakat melalui tulisan kepada pemerintah daerah.
Yamani menambahkan, dengan pembangunan saat ini, seperti jalan desa dan jembatan, telah memudahkan akses warga menuju ibu kota kabupaten dengan jarak tempuh kurang lebih satu jam.
"Bina desa berlanjut sampai waktu tidak ditentukan seiring dengan adanya rekan-rekan wartawan,” pungkas dia. (RAMADANI/B-3)








