BORNEONEWS, Kuala Kurun – Pemkab Gunung Mas menggelar rapat koordinasi siaga darurat bencana banjir, di ruang rapat lantai 1 kantor bupati, Selasa 30 April 2019.
Bupati Gumas, Arton S Dohong mengatakan, dari hasil rapat koordinasi dapat dipastikan Kabupaten Gumas terjadi bencana dimana sejumlah desa/kelurahan di 11 kecamatan terendam banjir dan ada juga bencana longsor.
“Beberapa aktivitas sehari-hari menjadi terganggu dan tidak berjalan lancar seperti hari biasa. Dengan demikian, ditetapkan status Kabupaten Gunung Mas menjadi status tanggap darurat bencana,” ujar Arton usai memimpin rapat.
Dia meminta camat, lurah, dan kades yang wilayahnya terkena dampak bencana agar segera melaporkan kondisi wilayah masing-masing kepada Pemkab Gumas, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Disamping itu, camat, lurah dan kades juga diminta mendata warga mereka yang terkena dampak bencana banjir, supaya pemerintah dapat segera memberi bantuan dan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
--page
“Hingga saat ini bencana banjir maupun tanah longsor yang terjadi di wilayah ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Walau demikian, masyarakat saya minta supaya jangan lengah dan selalu waspada,” tandasnya. (MAGANG 1/B-5)








