BORNEONEWS, Kuala Kurun - Sebanyak delapan sekolah mengikuti Ekspose Sekolah Model Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Kabupaten Gunung Mas yang diselenggarakan di halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, Selasa 30 April 2019.
Sekretaris Disdikbud Kabupaten Gumas, Brikson mengatakan, awalnya ada 10 sekolah yang akan mengikuti kegiatan ini. Namun karena bencana alam yaitu banjir yang terjadi di sejumlah wilayah, hanya delapan sekolah yang bisa mengikuti ekspose SPMI.
“Awalnya yang akan mengikuti kegiatan ini adalah SDN 3 Kuala Kurun, SDN 1 Tewah, SDN 4 Tewah, SDN 2 Tumbang Jutuh, SDN 3 Tumbang Jutuh, SDN Tewai Baru, SMPN 1 Tewah, SMPN 1 Sepang, SMKN 1 Kurun, dan SMAN 1 Kahayan Hulu Utara. Namun karena banjir, SDN 2 Tumbang Jutuh dan SDN 3 Tumbang Jutuh tidak bisa hadir,” ujarnya.
Dia menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk mempertegas bagaimana pencapaian implementasi SPMI di satuan pendidikan. Dalam ekspose ini, semua pihak dapat melihat keseriusan dari satuan pendidikan dalam mengikuti siklus SPMI yang dilaksanakan.
Di samping itu, kegiatan ini juga bertujuan sebagai momen untuk melakukan publikasi yang lebih luas tentang perlunya upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan di satuan pendidikan, melalui SPMI.
--page
“Pendidikan yang bermutu merupakan impian semua orang. Oleh karena itu, sekolah diharapkan berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya supaya sekolah bisa menghasilkan lulusan yang bermutu,” pungkasnya. (MAGANG 1/B-2)








