PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Banjir yang merendam ruas Jalan Trans Kalimantan Km 38, Desa Penda Barania, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Jumat, 3 Mei 2019, berdampak pada aktivitas lalulintas pada jalan tersebut.

Dari pantauan di lapangan, terdapat sejumlah kedaraan yang mogok saat melintasi area banjir tersebut, terutama kendaraan roda dua.

Arya, salah satu pengguna jalan di Jalan Poros Penghubung Kalimantan itu mengaku kaget dengan ketinggian air yang naik cukup drastis hingga menyebabkan banjir. “Saat saya pergi jualan ke arah Palangka Raya tadi pagi air sudah mulai menggenang, tapi tidak sedalam ini. Tapi pulangnya, air sudah setinggi ini, sampai ada yang mogok juga," ujarnya kepada Borneonews, Jumat, 3 Mei 2019.

Selain itu, puluhan kendaraan harus rela mengantre untuk melewati Jalan Trans Kalimantan Km 38 itu, karena selain beberapa kendaraan lain yang mogok, dengan ketinggian banjir yang mencapai 25 cm hingga 30 cm tersebut menyulitkan pengguna jalan untuk melihat badan jalan yang akan dilewati.

"Airnya cukup tinggi jadi cukup sulit untuk melihat jalan. Selain itu kondisi jalannya juga tidak begitu baik, ada yang berlubang. Jadi harus lebih hati-hati lagi," pungkas Arya.

--page

Diperkirakan, kondisi banjir di ruas jalan Trans Kalimantan yang mencapai dua kilometer tersebut akan bertahan hingga beberapa hari ke depan. (AGUS/B-2).