SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Meski saat ini masih terjadi hujan di Kabupaten Kotawaringin Timur, namun pemerintah daerah sudah mempersiapkan untuk merubah status dari siaga bencana banjir menjadi siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

"Saat ini kami masih menunggu informasi dari Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Jika hujan sudah mulai berkurang, maka kami akan bersiap untuk menaikan status siaga kebakaran hutan dan lahan," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup, kepada Borneonews.co.id, Sabtu, 4 Mei 2019. 

Dia menerangkan memasuki Mei 2019 ini, siaga bencana banjir di Kotim sudah dicabut. Namun karena dari prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit, bahwa pada Mei 2019 sudah mulai memasuki musim kemarau, sehingga pihaknya bersiap untuk menaikan status siaga Karhutla. 

"Siaga kebakaran hutan dan lahan akan kami tingkatkan nantinya, jika kebakaran lahan sudah mulai terjadi. Namun yang pasti kami akan berupaya semaksimal mungkin agar pada musim kemarau nanti tidak terjadi Karhutla," ungkapnya. 

Upaya yang dilakukan pihaknya mulai dari sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, dan juga berharap kepada sleuruh masyarakat agar bisa terlibat untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan tersebut. 

--page

"Mudah-mudahan saat kemarau tiba, tidak terjadi kebakaran lahan di Kotim ini," harapnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)