KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun – Penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas peri0de 2014-2019 telah dilaksanakan dengan baik.

Hal itu disampaikan Bupati Gunung Mas Arton S Dohong dalam pidato pengantar Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPj) Akhir Masa Jabatan Bupati 2014-219 yang dibacakan oleh Wakil Bupati Gumas Rony Karlos, di ruang rapat paripurna DPRD setempat, Senin, 6 Mei 2019.

“Hal itu tertuang dari Visi Kabupaten Gunung Mas 2014-2019 yakni lanjutkan dan mantapkan pembangunan menuju masyarakat Kabupaten Gunung Mas yang sejahtera, mandiri, berdaya saing dan bermartabat,” ujarnya.

Berdaya saing disini ditunjukkan dengan tersedianya infrastruktur dasar yang memadai untuk menunjang peningkatan daya saing ekonomi. Itu dicirikan melalui penguatan industri manufaktur, pembangunan pertanian, sumber daya alam lainnya, serta sumber daya manusia.

Madiri menjadi sikap mental yang melekat pada tataran masyarakat dan pemerintah. Pada tataran masyarakat, indikator capaian dari kemandirian adalah kemampuan mencukupi kebutuhan hidup dengan layak, sekaligus peningkatan kesejahteraan.

--page

Sedangkan pada tataran pemerintah daerah, indikator capaian kemandirian adalah penguatan kemampuan keuangan dari sumber pendapatan asli daerah, seiring semakin berkurangnya proporsi ketergantungan terhadap dukungan sumber pendanaan dari luar.

Sejahtera adalah kondisi masyarakat secara lahir batin mendapat rasa aman dan makmur dalam menjalani kehidupan. Itu ditandai dengan meningkatnya indeks pembangunan manusia, rendahnya kemiskinan, meningkatnya indeks pemerayaan, dan berkurangnya kasus kejahatan.

Sedangkan bermartabat, lanjut dia, dicirikan dengan berkembangnya nilai-nilai keagamaan dan adat istiadat dalam penyelenggaraan pemerintahan dan praktek kehidupan keseharian masyarakat Kabupaten Gumas.

“Selalu menjaga sikap dan perbuatan berdasarkan norma-norma keagamaan dan adat istiadat dalam setiap tindak tanduknya, serta menjunjung tinggi kesetaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya. (MAGANG 1/B-5)