BORNEONEWS, Muara Teweh - Warga Jalan Keladan, RT 6, Kelurahan Lanjas, Kecamatan Teweh Tengah, tepatnya di daerah aliran Sungai Barito, Kabupaten Barito Utara, mengeluhkan kerusakan jembatan penyeberangan di wilayah mereka.
Selain mengganggu aktivitas warga, kerusakan jembatan dinilai sangat membahayakaan bagi para pengendara yang melintas dan anak-anak yang bermain di atasnya.
Nor Amni, warga RT 6, Kelurahan Lanjas, mengatakan bahwa jembatan penyeberangan yang berkontruksi kayu ulin itu memang sudah tidak layak lagi digunakan. Sebab, bahan jembatan banyak yang sudah lapuk dimakan usia.
Bangunan jembatan juga sudah miring akibat longsor. “Ini disebkan kontur tanah di bawah jembatan mengalami lonsor dan tergerus air, hingga membuat bangunan jembatan menjadi miring dan hampir roboh,” ujar Nor Amni, Selasa, 7 Mei 2019.
Menurut dia, banyaknya material jembatan yang lepas dikhawatirkan membuat kerusakan jembatan semakin parah, hingga runtuh.
--page
“Harapan kita, kepada pemerintah kabupaten khususnya Dinas PUPR agar bisa segera melakukan perbaikan jembataan yang rusak. Sebab selain mempermudah masyarakaat melintas di jalan tersebut juga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan nantinya,” katanya.(RAMADANI/B-3)








