BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 76,61% menjadi Rp3,58 miliar pada kuartal I tahun ini.
Sementara itu, pada periode yang sama tahun lalu, laba bersih SGRO mencapai Rp15,32 miliar.
"Penurunan keuntungan ini adalah dampak dari penurunan harga jual. Per kuartal I tahun ini, harga jual rata-rata CPO turun 17% secara tahunan menjadi Rp 6.641 per kilogram," kata Head of Investor Relations SGRO, Michael Kesuma, di Jakarta, Selasa (7/5/2019).
Menurut Michael, penurunan laba bersih di kuartal I tahun ini disebabkan skala produksi yang masih kecil.
SGRO mencatatkan penurunan persediaan produk sawit turun sebesar 41% pada triwulan pertama, dari Rp229,59 miliar pada awal 2019 menjadi Rp136,42 miliar pada penghujung Maret 2019.
--page
"Alasannya, volume panen di triwulan pertama tidak besar karena siklus panen sawit berada pada level yang rendah," katanya.
Tahun ini, SGRO menargetkan pertumbuhan produksi CPO 5% hingga 10% dari tahun lalu. Per 2018, SGRO mencatatkan produksi CPO mencapai 387.313 ton. (NEDELYA RAMADHANI/m)








