BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Walaupun tanggal 6-7 Mei 2019, masyarakat banyak menginformasikan melihat meteor di angkasa, sebenarnya fenomena ini terjadi sejak akhir April hingga akhir Mei 2019.
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meterologi (Stamet) Iskandar Klas III Kotawaringin Barat (Kobar) Ranga Setya Pratama, Rabu, 8 Mei 2019 menjelaskan kemunculan meteor tersebut berasal dari rasi bintang Aquarius dengan nama Eta Aquarids..
"Berdasarkan keterangan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), fenomena meteor Eta aquarids ini trjadi dlm rentang waktu antara 29 April hingga 28 Mei. Sedangkan tanggal 6 - 7 Mei 2019 merupakan puncak penampakan meteor itu," jelas Rangga.
Menurut Rangga, fenomena Eta Aquarids merupakan fenomena astronomi dengan siklus 76 tahunan yang dapat terlihat dari bumi bagian selatan.
"Walaupun fenomena ini masih berlangsung hingga akhir Mei, namun kapan kemunculan meteor dan betapa kali intensitas kemunculannya tidak bisa di prediksi. Menurut saya mempredikisi apakah meteor yang jatuh bakal terlihat atau tidak, merupakan hal yang sangat sulit. Mengingat sesaat meteor mendekati bumi, pastinya akan bergesekan dengan lapisan atmosfer yang berguna melindungi bumi dari benda asing. Sehingga kemungkinan sebelum mendekati bumi meteor tersebut sudah hancur," jelas Rangga.
--page
Kemudian, lanjutnya, kemunculan video yang sempat viral yang menyatakna terlihatnya meteor yang sangat jelas, menurutnya hal itu adalah Bolide.
"Bolide adalah meteor besar karena masuknya batuan antariksa dan mulai terbakar pada ketinggian sekitar 120 kilometer dari permukaan bumi," jelas Rangga.(WAHYU KRIDA/B-3)








