PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejumlah pedagang di Pasar Subuh mengaku tidak takut jika sewaktu-waktu ada inspeksi mendadak atau sidak dari aparat maupun pejabat pemerintahan, terkait kenaikan harga kebutuhan pokokk di bulan puasa ini.

"Kalau saya sih tidak takut ya. Tahun lalu ada juga yang ribut-ribut katanya polisi mau sidak, polisinya malah saya ajak hitung-hitungan biar paham," tutur Wahyudi, pedagang daging ayam potong di Pasar Subuh Palangka Raya, Kamis, 9 Mei 2019.

Menurut Wahyudi, kala itu para aparat yang datang untuk sidak diajaknya melihat data pembeliannya dari peternak ayam atau tengkulak.

"Saya keluarkan hati dan perut ayam, saya timbang utuh, kami hitung. Polisi melihat sendiri keuntungan yang saya ambil hanya Rp 700 per ekor ayamnya," jelas Wahyudi lagi.

Harga ayam potong, terlebih saat bulan puasa seperti ini memang sudah naik dari tingkat tengkulak, bahkan peternak.

--page

"Karena permintaan dan ketersediaan tidak seimbang, permintaan lebih tinggi kan kalau dekat-dekat hari besar keagamaan seperti ini," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)