BORNEONEWS, Sampit - Meskipun Kotim merupakan salah satu kabupaten yang maju di Kalteng namun hingga saat ini masih ada siswa sekolah dasar yang harus belajar bergantian karena keterbatasan ruang kelas.
Seperti di SD di Dusun Cemeti, Kecamatan Pulau Hanaut. Sudah lama sekolah tersebut kekurangan ruang kelas sehingga satu ruangan digunakan untuk siswa kelas I hingga kelas V.
Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi juga melihat langsung proses belajar mengajar di SD tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah.
"Saat saya kunjungan kerja ke Kecamatan Pulau Hanaut hingga Dusun Cemeti menggunakan motor, saya melihat SD tersebut, dan itu langsung saya catat agar menjadi perhatian kami," ujar Supian, Kamis, 9 Mei 2019.
Pihaknya berupaya menyusun anggaran untuk bantuan terhadap fasilitas dan bangunan sejumlah SD dan juga Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang menjadi tanggungjawab pemerintah kabupaten.
--page
Ini sebagai upaya memberikan kenyamanan bagi para penuntut ilmu di daerah ini.
"Kami akan terus berupaya menganggarkan pembangunan fasilitas di sekolah, terutama tempat belajar mengajar SD dan SMP," ungkap Supian.
Dunia pendidikan sendiri masih menjadi perhatian utama Pemkab Kotim. Hal itu dikarenakan, mereka ingin anak-anak asli daerah ini menjadi orang yang cerdas, dan dapat menjadi penerus bangsa nantinya.
"Dengan kualitas pendidikan yang baik, akan melahirkan putra putri yang baik juga nantinya di masa yang akan datang. Dan itulah harapan kami selama ini," terang Supian. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








