KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kapuas telah melakukan penyuluhan kesehatan tentang bahaya merokok kepada pengunjung rumah sakit di ruang pelayanan.

Penyuluhan disampaikan langsung oleh Diana Yuniarti selaku Dokter Umum RSUD Kapuas, bersama Tim Promosi Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit atau PKMRS.

Dalam kesempatan itu dr Diana menjelaskan menurut penelitian WHO, rokok mengandung 4000 zat kimia yang berbahaya.

Ada 25 jenis penyakit yang diakibatkan rokok dan 100 juta kematian tercatat akibat kebiasaan merokok pada abad ke 20 (satu diantaranya adalah kanker paru). 

Kemudian pada tahun 1993, kanker paru menjadi penyebab kematian utama di Australia, dengan angka kematian 26,9%, sementara di Indonesia, angka kematian akibat rokok mencapai 437.923 jiwa per tahun.

--page

"Dengan data di atas ternyata tidak membuat orang takut akan bahaya rokok, tapi sebaliknya jumlahnya semakin meningkat. Jadi ini perlu perhatian juga," ucap Diana, Jumat, 10 Mei 2019.

Lanjutnya lagi, jumlah rokok yang diisap pertahun mencapai 215 milyar batang. Berdasarkan data terbaru dari The Tobacco Atlas pada 2015, jumlah perokok pria diatas usia 15 tahun di Indonesia menempati urutan pertama mengalahkan Rusia dan China. 

Sedangkan menurut National Geographic Indonesia jumlah perokok di Indonesia lebih dari 10 kali lipat penduduk Singapura dan 62 persen kaum pria Indonesia adalah perokok aktif. Menurut WHO, 22% remaja Indonesia dikategorikan perokok aktif.

"Ini perlu bersama - sama kita perhatikan, karena rokok dapat sebabkan berbagai macam penyakit," ucapnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)