KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun – Sejak mengudara pada awal 2017 lalu, Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Hamauh FM yang merupakan radio milik Pemkab Gunung Mas telah mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat setempat.

Berbagai macam program disajikan bagi para pendengar, mulai usia 15 ke atas. Di antaranya Siaran Budaya, Kabar Gunung Mas, Talk Show, Hiburan Musik, dan Hiburan Warung Sanger.

Radio Hamauh mengudara di frekuensi 98,7 FM. Siarannya juga bisa didengar secara live streaming di https://radiohamauh.gunungmaskab.go.id/. Radio ini juga tergabung dalam persatuan lembaga penyiaran publik yakni Persatuan Radio TV Publik Daerah Indonesia atau Persada.id. 

Salah satu program yang banyak dinantikan oleh masyarakat adalah program Warung Sanger yang dalam bahasa Indonesia berarti Warung Besan. Program ini digawangi oleh Bapak Rimbang dan Indu Kanjat. 

Dikemas secara ringan, santai, dan menggunakan bahasa lokal yakni bahasa Dayak Ngaju, Warung Sanger banyak digemari oleh masyarakat. Dalam program ini, biasanya host atau penyiar, yakni Bapak Rimbang dan Indu Kanjat membahas berbagai hal yang sedang hangat di masyarakat, sembari menyampaikan pesan-pesan moral.

--page

Bapak Rimbang sendiri menjadi sosok yang digemari oleh para pendengar, mengingat cara dia membawa program Warung Sanger bersama Indu Kankjat mudah diterima oleh masyarakat Gumas. Banyak yang bertanya-tanya, seperti apa sosok Bapak Rimbang dan Indu Kanjat  ini sebenarnya.

Karakter Bapak Rimbang yang merupakan salah satu ikon dari program Warung Sanger dibawakan oleh Yoprin, sejak tahun 2017. Bapak Rimbang yang memiliki karakter ceria dan humoris dibawakan dengan ciamik oleh pemuda asal Kecamatan Tewah ini.

“Warung Sanger memang dikonsep dalam bentuk percakapan antara Bapak Rimbang dan Indu Kanjat, dengan karekter yang mereka miliki masing-masing,” ujar Yoprin saat dibincangi di Radio Hamauh FM, Jumat, 10 Mei 2019.

Sejak awal, Yoprin sudah merasa bahwa karakter Bapak Rimbang sangat cocok dengan dirinya. Dalam kehidupan sehari-hari, dia juga merupakan sosok yang ceria, humoris, serta peka terhadap peristiwa yang sedang hangat di masyarakat.

Saat membawakan karakter Bapak Rimbang, alumni Universitas Merdeka Malang ini tidak merasa kesulitan dan dapat menjiwai dengan baik. Hal itu terlihat dari antusias para pendengar terhadap program Warung Sanger.

--page

Saking lekatnya karakter Bapak Rimbang dengan dirinya, masyarakat bahkan lebih sering memanggil Yoprin dengan sebutan Bapak Rimbang, ketimbang memanggil nama aslinya. Dia mengaku tidak keberatan, karena artinya program Warung Sanger diterima dengan baik oleh masyarakat.

Banyak pengalaman menarik yang dialaminya karena karakter Bapak Rimbang ini. Tak jarang masyarakat yang menggemari karakter Bapak Rimbang sengaja datang ke Radio Hamauh FM untuk sekedar melihat langsung dirinya. 

Dia mengaku memahami berbagai tingkah laku para pendengar yang terlanjut menggandrungi program Warung Sanger serta karakter Bapak Rimbang maupun Indu Kanjat.  

Namun demikian, dia menolak jika disebut sebagai daya tarik dari program Warung Sanger. Menurutnya, program Warung Sanger dapat diterima oleh masyarakat karena konsep yang menarik, serta karakter Bapak Rimbang dan Indu Kanjat yang dibawakan dengan baik oleh sesama penyiar Hamauh FM, yakni Nia Trisia.

“Warung Sanger menarik karena karakter Bapak Rimbang dan Indu Kanjat.  Kedua karakter ini sudah tidak bisa tergantikan dan mendapat tempat tersendiri bagi para pendengar Warung Sanger,” tandasnya. (MAGANG 1/B-5)