BORNEONEWS, Kuala Kurun – Besarnya tantangan dalam penanggulangan tuberkulosis (TB) dapat dilihat dari survei yang dilakukan oleh Litbangkes tahun 2018 yang menunjukkan angka isiden TB di Kabupaten Gunung Mas sebanyak 438 kasus per tahun.
Kelapa Dinas Kesehatan (Dinkes) Gumas Maria Efianti mengatakan, penyakit TB saat ini masih menjadi permasalahan utama di Indonesia, termasuk di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.
“Tingkat kesakitan dan kematian diakibatkan penyakit TB menyebabkan pemberantasan penyakit ini menjadi pioritas program kesehatan,” ucap Maria saat pencanangan eliminasi TB di RS Pratama Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing, Jumat, 10 Mei 2019.
Maria menambahkan, adapun langkah-langkah yang sudah dan akan dilakukan dalam mencapai target eliminasi TB di Kabupaten Gumas diantaranya dengan mendorong pukesmas sebagai ujung tombak dalam melakukan deteksi dini pada kasus TB.
Lalu melibatkan peran masyarakat dengan melatih kader-kader kesehatan di desa, yang mana diharapkan para kader ini membantu petugas kesehatan dalam menemukan kasus secara dini dan menjadi pengawas minum obat.
--page
Selanjutnya, memfasilitasi RS Kuala Kurun dengan tersedianya alat tes cepat molekuler (TCM) guna menemukan penderita TB terutama TB resisten obat, menjamin ketersedian obat dan logistik TB, mendorong upaya promotif preventif dengan penyediaan media KIE TB.
“Kami juga melakukan kampanye temukan obati sampai sembuh pada hari TB se dunia 24 Maret dan melakukan bimbingan teknis terkait penanggulangan TB, serta berkolaborasi dengan pemprov dan pusat,” tandasnya. (MAGANG 1/B-5)








