BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemko Palangka Raya meminta para tokoh untuk turut membantu pihaknya dalam mempertahankan kearifan lokal yang ada jika benar Kalimantan Tengah (Kalteng) ini dijadikan sebagai Ibukota negara yang baru.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Umi Mustikah mengatakan, jika para tokoh adat tersebut diharapkan kompak dan saling menjaga kebudayaan asli khususnya yang ada di Kota Palangka Raya ini agar nantinya tidak terus tergerus.
“Diharapkan para tokoh adat bisa saling membantu dan bekerja sama bersama kami Pemerintah Kota Palangka Raya sehingga kearifan lokal yang kita miliki ini tidak terpinggirkan,” ujar Umi, Jumat, 10 Mei 2019.
Di samping itu, selain peran dari para tokoh adat, juga diperlukan dukungan dari Pemerintah Daerah di dua Kabupaten yang juga masuk dalam rencana wilayah ibukota negara yang baru yakni Kabupateng Katingan dan Gunung Mas untuk bersama memberikan proteksi terhadap kearifan lokal yang ada.
Lebih lanjut, ia mengharapkan dengan pemindahan ibukota pemerintahan Indonesia ke wilayah segitiga emas di Kalteng itu bisa membawa dampak positif khususnya bagi perekonomian di masyarakat.
--page
“Kami harapkan jika nanti memang ibu kota pemerintahan berdiri di segitiga emas dapat memberikan dampak yang positif bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitar. Kami sangat mengharapkan hal tersebut terjadi,” pungkasnya. (AGUS PRIYONO/B-2)








