BORNEONEWS, Sampit - Di balik kesuksesan lelaki ada seorang perempuan hebat di belakangnya. Kata itulah yang tepat menggambarkan Sugiantoro, siswa SMA Taruna Jaya Sampit mampu berprestasi hingga memperoleh nilai ujian nasional tertinggi.
Sugiantoro atau yang akrab dipanggil Gong ini mengaku jika mediang ibunya yang memotivasi dirinya hingga dapat berprestasi seperti sekarang ini.
Sebelum meninggal, Merisiawati, ibu kandung pria berkacamata ini sempat berpesan agar anak-anaknya dapat melebihi taraf kedua orangtuanya.
"Ibu dan ayah pernah berpesan, kami harus melebihi mereka. Tidak boleh sama atau di bawah mereka. Ibu meninggal saat saya SMP," Kata siswa berusia 18 tahun ini, Selasa, 14 mei 2019.
Sejak pertama kali masuk SMA, Sugiantoro terus meraih peringkat 1 di kelasnya. Awalnya pria berkacamata ini memiliki sifat penyendiri, asik dengan dunianya sendiri tanpa bercengkrama dengan teman sekolahnya.
--page
Namun lambat laun dia mengingat kembali pesan dari mendiang ibu jika manusia itu adalah makhluk sosial, tidak bisa hidup sendiri.
Memasuki kelas XI, Gong merubah sifatnya. Dia mulai membuka mata untuk berbaur dengan sebayanya.
"Pesan ibu yang selalu saya ingat. Jika saya tidak bercengkrama, saya tidak akan punya teman. Hidup didunia tidak sendirian. Percuma punya prestasi dan ilmu yang tinggi jika kita tidak berbagi," jelasnya.
Pria yang terlahir dari keluarga sederhana ini ingin melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebib tinggi. Dia memilih kuliah di salah satu perguruan tinggi di Provinsi Kalimantan Selatan.
--page
"Pengen kuliah di Universitas Lambung Mangkurat, ambil kedokteran. Biasanya biayanya mahal, makanya saya ambil jalur prestasi. Semoga saya dapat lolos dan menempuh pendidikan disana," tutur siswa yang mendapatkan nilai 100 UN mata pelajaran Bahasa Indonesia ini.
Nama Sugiantoro masuk dalam daftar 20 nama siswa mencapai nilai sempurna pada UNBK 2018-2019 yang diumumkan oleh Kantor Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-6)








