BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dua siswa SMKN 1 Pangkalan Bun mampu membawa nama sekolahnya masuk lima besar nilai hasil ujian nasional pada tiga mata pelajaran seluruh Kalimantan Tengah.
Suci Roaidah dan Ridho Wana Rizky, mata pelajaran bahasa Indonesia mendapat nilai sempurna (100), pelajaran matematika mendapat nilai (90) dan kemudian mata pelajaran produktif dengan nilai (82).
Hasil semua itu tentu tidak lepas dari peran guru mata pelajaran. Tentu kita penasaran bagaimana cara guru mereka mampu mendidik siswa dan siswinya hingga mampu serta sukses di ujian nasional ? Berikut ulasannya.
Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMKN Pangkalan Bun Ida Suryani mengatakan sebelum menghadapi ujian nasional persiapkan dulu trik, bagaimana siswa bukan hanya mengusai materi, tapi juga siap dalam menghadapi ujian nasional dengan cara memperbanyak try out dan latihan soal.
"Saya rasa untuk SMKN 1 ini sama dengan yang lain, yaitu memperbanuak latihan soal-soal yang mungkin akan diujikan di UN," ujarnya kepada Borneonews, Selasa 14 Mei 2019.
--page
Triknnya ialah cari dan buatlah soal semirip mungkin untuk diujiankan pada saat ulangan semester atau tengah semester bisa juga pada ulangan kenaikan kelas, dengan tujuan supaya pada saat menghadapi ujian nasional tidak merasa kesulitan lagi.
"Mungkin hasilnya kurang memuaskan. Anak-anak pada komplain, kok soalnya susah sekali bu, tapi nanti begitu sudah terbiasa, maka hasilnya akan memuaskan," ujar Ida yang juga merupakan Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran atau MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Kotawaringin Barat ini.
Berbagi pengalaman di SMKN 1, dalam menghadapi UN rutin mengadakan try out pada Sabtu yang seharusnya libur, tapi dijadwalkan untuk tambahan pelajaran.
Saat itu kelas XII diberikan semacam semacam try out dan pembahasannya dan hasilnya cukup luar biasa.
"Semua ini tercetus dari MGMP. Jadi kami selalu diskusi mengenai kesulitan yang dihadapi dan mencari solusinnya," ungkapnya.
--page
Tahun ini alhamdulillah bukan hanya SMKN 1 Pangkalan Bun saja yang mendapat nilai sempurna. Ada juga beberapa sekolah lain diantaranya, SMKS Dar Al-Raudhah dan SMK Muhammadiyah.
Salah satu gurunya juga masuk dalam anggota MGMP. "Jadi kita para guru belajar bersama di MGMP. Tujuannya meningkatkan kompetensi guru," jelas Ida Suryani yang pernah menjuarai Olimpiade guru nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah ini.
Selaniutnya Guru Matematika SMK Negeri 1 Pangkalan Bun, Hadijah mampu mengantar kedua anaknya didiknya memperolah nilai 90 pada mata pelajaran matematika.
Hasil tersebut mengantar mereka dan Sekolahnya menduduki peringkat 2 se-Kalteng. "Untuk mata pelajaran matematika kami sama berada di MGMP dan saling bertukar bagaimana trik kita meghadapi soal ujian nanti," ujarnya.
Dengan saling bertukar informasi, cara mengerjakan soal yang susah itu bagaimana dan lain sebagainnya. Hal itu didapar ketika keduanya mengikuti diklat penigkatan nilai unjian nasional.
"Kebetulan kami berdua pernah dikirim untuk mengikuti diklat peningkatan nilai UN di Surabaya," pungkasnya. (DANANG/B-6)








