BORNEONEWS, Palangka Raya - Adanya isu pemindahan Ibukota tentu akan menimbulkan sejumlah masalah lain seperti spekulan tanah.
Spekulan adalah pelaku pasar yang mencari keuntungan besar dalam perniagaan pada pasar, baik itu komoditi, bursa saham atau yang lainnya dengan cara melakukan spekulasi atau dugaan.
Dengn isu pemindahan ibukota negara ke Kalimantan Tengah yang lahannya mencakup wilayah Katingan, tentu hal tersebut alan dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk bermain perubahan harga dengan memanfaatkan isu tersebut.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Katingan telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak dengan mudah menjual lahan milik mereka.
"Kami selalu koordinasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak menjual lahan mereka," ujar Bupati Katingan Sakariyas, kepada Borneonews, Selasa, 14 Mei 2019.
--page
Ia menambahkan jika saat ini mencari lapangan pekerjaan bukan merupakan hal yang mudah, untuk itu diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan lahan miliknya itu mata pencahariannya.
"Kami ingin masyarakat sejahtera, bahagia, dan bisa mendapat lapangan usaha karena sekarang sulit. Kalau lahan masyarakat ini habis mau bagaimana? Ini untuk kita semua masyarakat Kalteng bukan hanya Katingan agar tidak mudah menjual lahannya," tuturnya. (AGUS PRIYONO/m)
-----------








