SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Berbagai kalangan minta kejelasan nasib Pasar Eks Mentaya Sampit. Salah satu di antaranya adalah aktivis di Kabupaten Kotawaringin Timur, Gahara.

Ia mendukung langkah DPRD Kotawaringin Timur yang berencana memanggil instansi terkait keberadaan pasar Eks Mentaya Sampit yang berlokasi di komplek Taman Kota Sampit itu.

Menurut Gahara, nasib pasar yang menelan anggaran hingga Rp25,9 miliar itu akan sia-sia manakala tidak ada kejelasan. Apakah bisa difungsikan atau tidak setelah proyek itu rampung pada 2015 silam.

"Karena proyek itu sudah mengesampingkan proyek lain. Namun sampai kini apa manfaat dan dampaknya belum kelihatan, kami mendukung DPRD memanggil pihak terkait apa masalah pasar itu sebenarnya. Karena dulu yang menyetujui anggarannya adalah DPRD," kata Gahara, Rabu, 15 Mei 2019.

Gahara ingin pasar itu segera difungsikan. Mengingat keinginan pembangunan pasar itu dulu untuk menata pedagang. Namun pascaperesmian hingga kini belum juga difungsikan, bahkan sejumlah bagian fasilitas itu rusak.

"Jika dibiarkan nanti bangunan itu tinggal menunggu rusak parahnya saja, itu akan jadi bangunan tua nantinya," tukas.

--page

Pernyataan lain juga disampaikan Pengamat Hukum dan Politik di Kabupaten Kotawaringin Timur, Agung Adisetiyono. Bahkan ia meminta pasar itu harus difungsikan segera.

"Kami sangat sayangkan sudah bertahun-tahun ini pasar itu tidak juga difungsikan," kata pria berlatar belakang pengacara itu.

Terkait rencana DPRD akan melakukan rapat dengar pendapat terkait pasar itu, ia sangat mendukung. Karena dengan rapat dengar pendapat itu ia yakin pasar itu akan jelas apa yang jadi permasalahannya sehingga sampai kini tidak berfungsi.

Seperti diketahui sejumlah kios yang ada di pasar eks Mentaya itu rusak mulai dari hilangnya rolling door, jebolnya rolling door, plafon jebol hingga atap bangunan bocor.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotawaringin Timur Redy Setiawan rencananya pasar itu difungsikan usai lebaran. (NACO/B-2)