BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Dinas Perindagkop) dan UMKM Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersiap menggelar pasar murah di 5 titik yang tersebar pada 3 kecamatan.
Pasar murah itu digelar lantaran beberapa komoditi harganya mulai melonjak di pasaran.
Kabid Perdagangan Disperindagkop UMKM Eko Lusino, Rabu, 15 Mei 2019 menjelaskan lokasi pelaksanaan pasar murah yang digelar Rabu, 22 Mei 2019.
"Untuk Kecamatan Arut Selatan (Arsel) pasar murah tersebut digelar di Desa Natai. Kemudian pada Kecamatan Pangkalan Lada digelar di Desa Kadipi Atas dan Desa Makarti Jaya," jelas Eko.
Sedangkan untuk Kecamatan Pangkalan Banteng, lanjut Eko, pasar murah digelar di Desa Berambai Makmur dan Desa Natai Kerbau.
"Pasar murah ini sengaja digelar, lantaran ada beberapa komoditi yang mulai mengalami lonjakan harga. Contohnya dalam pantauan petugas kami beberapa hari lalu, harga telur ayam ras saat ini mencapai Rp 45 ribu - Rp 50 ribu per piring," jelas Eko.
--page
Menurut Eko, agar harga kembali stabil, pihaknya memutuskan untuk menggelar pasar murah.
"Pada pasar murah tersebut dijual paket sembako seharga Rp 115 ribu yang terdiri dari 5 kg beras, 2 kg minyak goreng, 2 kg gula pasir dan sepiring telur ayam ras. Total 1000 paket sembalo dijual pada pasar murah ini," jelas Eko.
Menurut Eko, dari total jumlah paket tersebut, tiap desa mendapatkan jatah sebanyak 150 paket.
"Sedangkan untuk di wilayah kota Pangkalan Bun, kita masih melakukan pemantauan dimana lokasi yang pas dan bagaimana kondisi harga dilapangan nanti. Rencananya 250 paket bakal diedarkan pada pasar murah pada H-1 sebelum Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah," jelas Eko. (WAHYU KRIDA/B-2)








