BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Perajin tikar purun yang berada di Desa Pematang Panjang Kecamatan Seruyan Hilir Timur kesulitan memasarkan hasil produksinya.
Selama ini masyarakat di Pematang Panjang hanya mengharapkan
dari pesanan serta menjual secara langsung ke pasar daerah.
Seperti yang disampaikan oleh Irus, 45 tahun, yang merupakan salah satu perajin tikar purun yang berada di Desa Pematang Panjang. Selama ini ia hanya mengandalkan pesanan untuk menjual tikar purun beserta Kompe (tas belanjaan ramah lingkungan).
"Selama ini kami membuat hanya berdasarkan pesanan saja," ujarnya Rabu, 15 Mei 2019
Ia menambahkan, hal ini tentu menyulitkan mereka untuk memasarkan produk kerajinan tangan tersebut.
Dirinya berharap pemerintah dapat membantu para perajin purun supaya bisa mandiri, terutama dalam segi pemasaran produk supaya nantinya dapat meningkatkan penghasilan masyarakat khususnya yang berada di Desa Pematang Panjang. (FARIZAN/B-2)








