BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Hasil tangkapan ikan nelayan di musim Timur menurun. Tangkapan ikan dipercaya lebih banyak ketika musim Barat.
"Kalau musim timur seperti ini hasilnya menurun, tidak sama dengan saat musim barat kemarin. Jadi penghasilannya minim sekali. Ya, kami tetap bersyukur masih bisa untuk makan dari situ," ungkap seorang nelayan di Kuala Pembuang, Sarkani saat ditemui Borneonews di perahunya, Jumat, 17 Mei 2019 siang.
Menurut Isar, sapaan akrabnya, saat musim Timur ini, hasil tangkapan ikan per harinya lebih sedikit. Kalau di kalkulasikan uanganya sekitar Rp 400 ribu saja. Tentu hasil ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan ketika menangkap ikan di musim Barat.
"Musim Barat itu rata-rata seharinya bisa sampai Rp 2 juta. Sehingga memang lumayanan untuk pendapatan hariannya. Kalau sekarang Rp 400 ribu, itu juga belum masuk potongan minyak," sebutnya.
Meski demikian, lanjut Isar tidak ada pilihan lain lagi tidak berangkat melaut. Apalagi, melaut merupakan pekerjaan satu-satunya yang dirinya lakoni.
--page
"Pinjam bahasa orang, tak melaut tak makan. Ya, kami tetap bersyukur saja dengan hasil demikian walaupun seadanya. Yang penting halal lah mas, bisa kasih makan anak istri di rumah," jelas Isar.
Sekali berangkat melaut, Isar tidak sendirian. Melainnya sedikitnya dua orang yang menjadi temannya di laut. "Berangkat juga tidak setiap hari, kadang bisa juga tidak melaut," tukasnya. (RENO/B-2)








