BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Gaji marbot masjid di Kabupaten Seruyan Rp 1,5 juta per bulan mulai tahun ini. Aturan itu merupakan kebijakan Bupati Seruyan Yulhaidir.
Untuk tahap pertama ini, Yulhaidir mengaku baru bisa merealisasikan gaji marbot itu untuk 20 desa. Sehingga untuk tahun-tahun berikutnya bagi desa yang belum memiliki marbot.
"Kami menyesuaikan dengan kemampuan APBD kita. Tentu akan bertahap, untuk tahun ini kita angkat 20 marbot untuk 20 desa dulu. Tahun depan 20 desa lagi sehingga memang harus bertahap sesuai dengan kondisi keuangan kita," ungkap Yulhaidir saat melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Jami At Taqwa Pembuang Hulu, Kecamatan Hanau, Kamis 15 Mei 2019.
Menurut Yulhaidir, untuk 20 marbot yang baru dikeluarkan SK atau Surat Keputusan itu ditempatkan di Desa terpencil yang Masjidnya belum memiliki Marbot. Sehingga hal tersebut penting dilakukan guna mengisi kekosongan Marbot.
"Karena tugas mereka selain membersihkan Masjid, juga menjalankan tugas ketika sudah masuk waktu salat sebagai muazin. Bahkan mereka bisa mengajarkan anak-anak membaca Alquran baik itu di waktu Ramadan ini maupun di luar bulan Ramadan," ucapnya.
--page
Yulhaidir mengatakan, kebijakan tersebut memang tergolong baru di Kabupaten Seruyan. Hal tersebut menjadi bagian dari pengamatannya selama ini, masih terdapat desa yang memang belum memiliki Marbot.
"Ke depan akan kami tingkatkan sesuai dengan kondisi keuangan daerah kita tentunya. Artinya, sebulan Pemerintah mengeluarkan biaya sebesar Rp 30 juta untuk 20 orang Marbot tersebut," pungkasnya. (RENO/B-2)








