BORNEONEWS, Muara Teweh - Wakapolres Barito Utara, Kompol Agus Dwi S saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Rpublik Indonesia, Rudiantara mengatakan, telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya Organisasi Boedi Oetomo.
Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, di tingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa mampu menjaga persatuan sampai detik ini.
Oleh sebab itu, kata dia, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia.
“Apalagi peringatan hari kebangkitan nasional kali ini juga dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadan. bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun kita untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah,” imbuhnya pada kegiatan Apel Peringatan hari Kebangkitan Nasional di halaman Mapolres Barito Utara, Senin sore 20 Mei 2019.
--page
Hingga pada akhirnya, lanjut dia, pada ujung Ramadan nanti, kita bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudara di sekitar kita.
“Dengan semua harapan tersebut, kiranya sangat relevan apabila peringatan hari kebangkitan nasional disematkan tema "bangkit untuk bersatu". kebangkitan untuk persatuan,” harapnya. (RAMADHANI/B-2)








