BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Anggota DPR RI Fraksi PDI Rahmat Nasution Hamka asal Kalimantan Tengah mengungkapkan, fenomena perpolitikan Tanah Air ini selama Pemilu 2019 menampakan wajah demokrasi yang ambigu.
Terjadi persinggungan yang sangat keras sehingga benturan yang terjadi mengarah pada perpecahan sesama anak bangsa.
"Mencermati hasil pemilu yang ada, sebenarnya koalisi adil makmur mendapatkan keberhasilan yang luar biasa, walaupun tidak menang pilpres dan pileg," ujarnya, Selasa, 21 Mei 2019.
Dia menuturkan, keberhasilan itu nampak dari perolehan suara di pileg untuk partai tertentu di koalisi adil makmur, yang sangat diuntungkan dari narasi politik yang dibangun selama pemilu serentak.
Kemudian dalam pilpres juga koalisi adil makmur berhasil walaupun tidak bisa menang. Ini nampak dari perolehan suara kemenangan paslon 01 yang hanya kurang lebih di angka 55 %.
"Walaupun menang, masih kurang memuaskan sebagai calon incumbent. Kalau menurut saya, harusnya bisa minimal 60 persen lebih dalam meraih kemenangan, kalau dalam iklim demokrasi yang sehat," tuturnya.
--page
Lebih lanjut, jika berbicara kecurangan hasil pemilu, hal tersebut tidaklah mudah untuk dilakukan. Apalagi kalau dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif. Sebab sistem demokrasi yang ada ini sudah sangat transparan, tahapannya jelas.
Semua pihak bisa mengakses, apalagi para kontestan pemilu. "Masyarakat umum saja bisa ikut terlibat mengawasi semua tahapan pemilu," tegasnya.
Kata dia, untuk rasionalisasi politik saja, kalau benar pasangan 02 memenangkan pilpres terserah berapa persen pun besarnya, ia yakin suara partai di koalisi adil makmur sangat besar juga atau setidaknya berbanding lurus hasilnya dengan kemenangan yang di klaim pasangan 02.
Tapi hal ini tidak nampak. Jadi dapat dipatahkan klaim kemenangan itu dengan membandingkan hasil perolehan partai mereka. Kalau ingin jujur, kemenangan pasangan 01 yang hanya di angka 55 % mengalami gerusan jika dibandingkan dengan perolehan suara parpol di koalisi Indonesia kerja. "Koalisi adil makmur berhasil tapi tidak menang kontestasi," ungkapnya.
Oleh sebab itu, pihaknya sangat bersyukur, karena hasil pemilu telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia telah memberikan keputusannya, baik pilpres dan pileg kepada koalisi Indonesia Kerja. Walaupun di tengah keberhasilan koalisi adil makmur membangun narasi politik mereka, mereka tidak mampu memenangkan kontestasi di pemilu serentak 2019 ini.
--page
"Dengan hasil yang baik tidak serta merta membuat kita bisa bergembira. Harus ada upaya serius agar suasana iklim demokrasi yang terbangun di Pemilu Serentak 2019 dengan narasi yang sangat mengkhawatirkan bahkan membahayakan ini, tidak berlanjut dan atau dijadikan warisan bagi kelanjutan demokrasi kita ke depan," pungkasnya. (DANANG/B-2)








