BORNEONEWS, Palangka Raya - Pembangunan infrastruktur di Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Sugianto Sabran terus meningkat selama tiga tahun terakhir.
Termasuk bidang sumber daya air, bina marga dan cipta karya. Upaya tersebut berbuah hasil karena pembanguan mengalami peningkatan berdasarkan perbandingan dari 2016 sampai 2018.
Ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Kalimantan Tengah, Shalahuddin dalam kegiatan FGD di Bappedalitbang Kalteng, Selasa, 21 Mei 2019.
Pertama, bidang sumber daya air
Salah satunya program pembangunan dan pengelolaan jalan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya. Pada 2018 seluas 92.300 hektare. Pada 2017 sebesar 178.100 sedangkan di 2016 yakni 165.200 hektare.
Kemudian program pengendalian banjir dan pengamanan pantai yaitu sepanjang 18.189 meter di 2018, sedangkan 2017 adalah 9.120 meter dan di 2016, 7.500 meter.
--page
Kedua, bidang bina marga
Salah satunya yakni program peningkatan atau pembangunan jalan privinsi Kalteng. Yakni berhasil membangun 120 kilo meter di 2018. Meningkat dari capaian di 2017 sepanjang 116 kilo meter. Sedangkan di 2016 ditargetkan 114 kilo meter tapi capaiannya 128 kilo meter.
Selanjutnya program rehabilitasi atau pemeliharaan rutin jalan dan jembatan di 2018 adalah sepanjang 112 Km. Naik 7 Km karena di 2017 tercatat 105 Km. Jumlah ini meningkat drastis karena di 2016 hanya 20 Km.
Ketiga, bidang cipta karya
Program pembangunan saluran drainase atau gorong-gorong yakni 4.300 meter di 2018. Kemudian 1.274 di 2017 dan 2.180 di 2016.
Program pembangunan rumah ibadah dan fasilitas sosial di 2018 berjumlah 70 unit dari targetnya 4 unit yang berada di dua kawasan. Untuk 2017, terbangun 108 unit dari target 4 unit. Sedangkan pada 2016 hanya 8 unit dari target awal 6 unit.
Terakhir pada tata ruang
Program penataan ruang atau peningkatan sumber daya manusia dalam penataan ruang mengalami peningkatan. Di 2018 tercatat 320 orang. Sama hanya capain di 2017, sedangkan di 2016 berjumlah 50 orang.
Shalahuddin juga memprioritaskan pembangunan jalan nasional yang ada di sejumlah titik daerah di Kalteng dan outlet bidang bina marga.
Berikut rinciannya
Pertama, penuntasan pelebaran 2-7-2 Jalan Lintas Kalimantan Poros Selatan (Batas Kalbar – Pangkalan Bun – Sampit – Palangka Raya – Pulang Pisau – Kapuas – Batas Kalsel) dan duplikasi jembatan (APBN).
Kedua, pelebaran Jalan Muara Teweh – Kandui – Patas – Ampah – Dayu – Tamiang Layang – Pasar Panas (Batas Kalsel).
Ketiga, pelebaran ruang Palangka Raya – Buntok – Ampah dan pembangunan pile slab pada segmen banjir di Bukit Rawi dengan menggunakan APBN.
Keempat, pembangunan ruas jalan menuju akses outlet meliputi Pulang Pisau – Pangkoh – Bahaur (akses pelabuhan Bahaur).
Sampit – Samuda – Ujung Pandaran (akses pelabuhan Bagendang).
Sp Bangkal – Bangkal – Telaga Pulang – Kuala Pembuang – Teluk Segintung – (akses pelabuhan Segintung). Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama (akses pelabuhan Kumai). Jalan menuju pelabuhan Tanjung Kalap (akses pelabuhan Bumi Harjo). Basarang – Batanjung (akses pelabuhan Batanjung).
Kelima, percepatan pembangunan Jalan Lintas Tengah (Tb Samba – Tb Hiran – Tb Kaburai – Bts Kalbar) kurang lebih 200 km (APBN).
Terakhir, missing link 171.1 km (Tumbang Samba – Tumbang Sanamang – Batas Kalbar). (BUDI YULIANTO/B-6/Adv)








