BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kekurangan armada pengangkut menjadi masalah untuk mengatasi sampah di Pangkalan Bun. Selain itu juga harus memikirkan bagaimana cara mengelola sampah agar menjadi berkah.
"Memang perlu sekali armada untuk atasi sampah, sebab lebar dan jangkauannya yang luas, tapi unitnya kurang. Selain itu yang sangat penting agar memikirkan cara memanfaatkan sampah agar bernilai," ujar Anggota DPRD Kotawaringin Barat, Bambang Suherman, Jumat, 24 Mei 2019.
Dia menjelaskan jika di Kotawaringin Barat ada bank sampah, lalu bagaimana bank sampah tersebut bisa dikembangkan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan masarakat. "Bank sampah sudah ada, jadi tinggal dikembangkan lagi," jelasnya.
Selain itu bagaimana caranya mendayagunakan masyarakat untuk atasi sampah. "Mungkin kelurahan ada kerja sama dengan kecamatan. Sebab kelurahan lebih tahu lokasinya. Kemudian kita suport anggarannya," sarannya.
Kata dia, pemerintah daerah jangan hanya terpaku pada peningkatan infrastruktur dan penambahan armada pengangkut sampah saja. Tapi harus bisa mengelola sampah dengan baik.
--page
"Jadi meski armadanya banyak kalau tidak dirawat, seenaknya sendiri memakai ya sama saja bakalan rusak," ungkapnya.
Lanjutnya, Pangkalan Bun sudah 12 kali dapat Adipura dan ini harus ada konsekuensinya. Harus bisa menjaga kebersihan.
Jangan sampai ada sampah di mana - mana. Kemudian bagaimana bisa menyadarkan masyatakat untuk bisa buang sampah yang tertib pada tempatnya.
"Lama - lama masyarakat akan memahami masalah kebersihan lingkungan. Memang itu tugas panjang dan melelahkan, tapi kita tidak boleh kalah, harus terus bergerak," pungkasnya. (DANANG/B-6)








