SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini, bangunan Pasar Eks Mentaya belum juga digunakan atau diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Hal itu terjadi karena jumlah pedagang terus bertambah dari data yang sudah masuk sebelun pasar tersebut dibangun. 

"Seharusnya saat bangunan tersebut selesai, langsung diresmikan. Namun karena data pedagang yang masuk ke tangan saya bertambah, makanya tidak kami resmikan," ujar Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi saat meresmikan rumah jabatan bupati, Jumat, 24 Mei 2019. 

Ia menuturkan, sebelum pasar tersebut dibangun, Pemkab Kotim sudah mendata jumlah pedagang kaki lima yang berjualan di Taman Kota Sampit. Namun, setelah pasar itu selesai dibangun, ternyata jumlah pedagang bertambah.

"Sehingga kami menunda kembali untuk peresmiannya. Karena kami ingin semua pedagang tertampung."

--page

"Kami bukan lepas tanggung jawab dan membuat eks Pasar Mentaya terbengkalai. Namun, kami ingin tidak ada permasalahan saat pasar tersebut diresmikan," kata Supian Hadi. 

Pemkab Kotim sebenarnya tidak ada masalah dengan para pedagang. Yang jadi masalah ada oknum membawa keluarga atau teman untuk menempati data tersebut. Sehingga hal itulah yang membuat data pedagang terus bertambah. 

"Kami akan berupaya untuk segera meresmikan pasar tersebut. Namun saya ingin tidak ada permasalahan nantinya. Dan pasar harus memang untuk para pedagang," ungkap Supian Hadi. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)