PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran kembali menyampaikan soal rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Tengah. 

Terkhusus, pesan penting untuk Bupati Katingan, Bupati Gunung Mas dan Wali Kota Palangka Raya.

"Mudah-mudahan tidak ada halangan di 2019 ini Kalteng bisa ditetapkan menjadi ibu kota negara Republik Indonesia," kata Gubernur saat acara buka puasa bersama di Istana Isen Mulang Palangka Raya, Sabtu, 25 Mei 2019.

Untuk itu, lanjut gubernur, ia mengimbau dua bupati dan wali kota tersebut supaya mengingatkan masyarakatnya untuk tidak menjual lahan. Termasuk pemerintah juga harus ikut memperhatikan. 

"Kenapa? Kalau ada investor masuk membangun apartemen, hotel, mall dan lain-lain nanti harus melewati pemerintah daerah. Jangan sampai para koorporasi, perusahaan yang menguasai lahan di Kalteng,"

--page

"Wajib pemerintah provinsi, kabupaten dan kota ini yang menguasai lahan," tegasnya.

Buka puasa bersama ini sekaligus dalam rangka syukuran hari jadi ke-62 Provinsi Kalteng dan syukuran 3 tahun kepemimpinan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran bersama wakilnya, Habib H Said Ismail.

Sementara itu, Sekda Kalteng Fakhrizal Fitri mengatakan telah memaparkan keunggulan Kalteng yang tidak dipaparkan provinsi lain. Selain terkait luasan lahan, juga berkaitan dengan kualitas lingkungan, sungai dan udara.

"Saya sampaikan dalam paparan terkait indeks kualitas lingkungan. Kemudian sungai dan kualitas udara. Provinsi lain tidak ada menyampaikan hal itu. Nah inilah yang menjanjikan untuk ditawarkan," kata Sekda ketika membuka kegiatan konsultasi publik tingkat provinsi hasil analisis penggalian data informasi kawasan berhutan desa atau kelurahan se Kabupaten Kotawaringin Barat di Palangka Raya pada Jumat, 24 Mei 2019.

Ia menambahkan, pemaparan dari provinsi lain yang turut menjadi tempat alternatif rencana pemindahan ibu kota negara lebih banyak pada infrastruktur. Namun, Sekda yakin soal itu dapat dibangun. (BUDI YULIANTO/m/adv)