BORNEONEWS, Pangakaln Bun - Perempuan ini berasal dari kebun sawit di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Ayahnya bekerja sebagai pemanen sawit. Meski menghabiskan masa kecil di lingkungan perkebunan, perempuan ini menjadi wisudawati terbaik di Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi, Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini.
Perempuan kelahiran 16 Mei 1997 ini bernama Erlina. Anak dari pasangan Michael Amba dan Lusia Minarti ini menekuni jurusan Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit, Ia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,70. Pencapaian prestasi seperti ini tak pernah ia duga sebelumnya.
“Saya tidak menyangka akan mendapatkan predikat lulusan terbaik ini. Sejak awal kuliah saya minder dan takut tidak bisa beradaptasi. Meskipun sebenarnya saya memiliki target nilai untuk tiap semester,” kata Erlina dalam sebuah perbincangan dengan Borneonews, di Pangkalan Bun, pekan ini.
Selain merasa minder dan takut tidak bisa beradaptasi, ia juga mengatakan, selama perkuliahan hingga penyusunan tugas akhir banyak sekali menghadapi kendala.
"Terutama pada saat penyusunan skripsi, Saya harus menjalani operasi. Selain itu juga kehilangan laptop," ujarnya.
--page
Laptop itu berisi materi skripsi yang tengah ia garap. Laptop itu diangkut oleh perampok yang datang ke tempat kost-nya. Erlina pun terpaksa mencari pinjaman laptop untuk menyelesaikan tugas akhirnya itu.
Setelah sejumlah kendala ia lalui, Erlina pun bisa lulus dengan nilai memuaskan. Ia lulus dengan predikat Cum Laude.
Prestasi anak kebun yang berasal dari keluarga sederhana ini menjadi buah bibir di kampus politeknik tersebut. Nyaris tak ada yang mengira, anak seorang pemanen sawit yang berbekal beasiswa dari perusahaan ayahnya bekerja bisa menjadi lulusan terbaik.
Beasiswa?
Ya. Erlina bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tunggi lantaran memperoleh beasiswa dari PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS. Ia mendapat beasiswa lantaran memiliki prestasi sekolah yang baik saat duduk di SMK Sumbermas Sarana, namun terkendala faktor ekonomi untuk melanjutkan pendidikan.
--page
Erlina juga satu-satunya siswa perempuan yang lolos mendapatkan beasiswa tersebut di angkatannya. Ia memperoleh kesempatan kuliah di Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi bersama seorang siswa pria. Ternyata di kampus ini ia berhasil mencatatkan diri sebagai lulusan terbaik.
Prestasi Erlina ini tentu saja membuat bangga PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk sebagai pemberi beasiswa.
"Ini tentu akan memotivasi peserta beasiswa lainya yang masih melaksanakan studinya. Ada sekitar 20 orang peserta beasiswa dari SSMS yang masih belum selesai,” kata Kepala Departemen Corporate Social Responsibility PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk Kharis Nuryanto.
Kini Erlina sudah kembali ke kebun. Ia mengamalkan ilmu dengan mengajar di SMK Sumbermas Sarana, sekolah tempat ia meraih beasiswa. Saat ini Erlina sedang menunggu penempatan kerja di PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (AINUN NADZIFATUS SHOLIKAH/m)








