KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kepolisian saat ini masih mendalami kasus penyebab terjadinya keracunan massal yang terjadi di Desa Narahan, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas belum lama ini.

Hal itu disampaikan Irwasda Polda Kalteng Kombes Pol Benone Jesaja Louhenappesy, di mana pihaknya membantu Polres Kapuas dengan melakukan identifikasi untuk mengetahui sejauh mana langkah penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus itu.

"Kita bekerjasama dengan BPOM, Rumah sakit untuk mengambil beberapa sampel yang bisa kita dalam lebih jauh untuk melihat seberapa besar kemungkinan untuk memastikannya, karena ini masih dalam proses," kata Beno saat mengunjungi korban keracunan di RSUD dr Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas pada Senin, 27 Mei 2019.

Lebih lanjut pihaknya juga melakukan gelar perkara agar lebih jauh untuk memastikan, karena menurut dia langkah ini tidak bisa kepolisian secara sendiri.

"Karena dalam proses penegakan hukum itu kita lakukan secara bersama, kalau memang disitu dibutuhkan antara lain ahli - ahli tertentu untuk memastikan alat bukti dan sampel ini sejauh mana itu bisa meningkatkan bukti yang lebih otentik ini," katanya.

--page

Adapun dalam kasus tersebut pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

"Sudah kita periksa saksi itu, yang sudah dilakukan angkanya terus berkembang. Dan kita sudah membagi tim, baik itu dari Polda dan Polres sendiri," ucapnya didampingi Dirkrimum Polda Kalteng Kombes Pol I Agung Prasetyoko.

Selain itu, pihaknya juga dalam melakukan penyelidikan ada bagian -bagian identifikasi seperti inafis, dan lain sebagainya diperbantukan, ditambah ada juga kedokteran forensik dan labfor untuk membackup kegiatan.

"Sejauh ini masih belum ada penetapan tersangka," ucapnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-5)