BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran menilai salah satu faktor yang menyebabkan tingginya angka pernikahan dini di Kalimantan Tengah adalah ekonomi.
“Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Tengah menempati urutan kedua tinggi. Kebanyakan dari kasus tersebut disebabkan faktor ekonomi,” kata Sugianto Sabran di Istana Isen Mulang, Selasa, 28 Mei 2019.
Jika dilihat lebih lanjut, tambah Sugianto, pernikahan dini kebanyakan terjadi di masyarakat yang berada di daerah pelosok.
“Kebanyakan orangtua yang berada di pedesaan setuju untuk menikahkan anak mereka dengan orang yang memiliki kemampuan lebih secara ekonomi, kendati anaknya masih berusia sangat muda,” ucap gubernur.
Menurutnya selain masalah ekonomi, pernikahan dini juga bisa dipicu oleh sosial budaya di masyarakat. Terutama terkait pergaulan yang terlampau bebas dan minimnya pendidikan yang diterima oleh remaja.
--page
“Menekan hal ini, kami selaku pemerintah provinsi berusaha untuk terus meningkatkan perekonomian kalteng, khususnya perekonomian keluarga,” tandas Sugianto. (HERMAWAN DP/B-11/Adv)








