BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Guna mendukung keamanan dan kelancaran selama penyelenggaraan angkutan laut lebaran 2019, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyiagakan semua kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai atau KPLP di seluruh Indonesia.
Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kumai Wahyu Prihanto, Kamis, 30 Mei 2019 menjelaskan, Kapal Patroli tersebut tersebar di Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di seluruh Indonesia.
"Kapal patroli KPLP yang disiagakan berjumlah 378 unit,termasuk 154 kapal pada 51 pelabuhan pantau dan 39 kapal yang tersebar di 5 Pangkalan PLP," jelas Wahyu.
Kapal patroli KPLP merupakan ujung tombak dalam penanganan permasalahan di lapangan tentang keselamatan pelayaran.
"Kapal patroli tersebut siap dioperasikan dibutuhkan dalam memobilisasi untuk keamanan dan kelancaran selama penyelenggaraan angkutan laut lebaran tahun 2019," jelas Wahyu.
--page
Kemudian, lanjut Wahyu, upaya mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kapal akibat cuaca buruk, para syahbandar diingatkan melalui Maklumat Pelayaran untuk melakukan pemantauan ulang kondisi cuaca setiap hari dan menyebarluaskan hasil pemantauan kepada pengguna jasa.
"Pemantauan kondisi cuaca juga harus dilakukan seluruh operator kapal khususnya nakhoda, minimal enam jam sebelum kapal berlayar dan melaporkan hasilnya kepada Syahbandar pada saat mengajukan permohonan Surat Persetujuan Berlayar (SPB)," pesannya
Selan itu, selama pelayaran nakhoda wajib melakukan pemantauan kondisi cuaca setiap enam jam dan melaporkan hasilnya kepada Stasiun Radio Pantai (SROP) terdekat. (WAHYU KRIDA/B-5)








