BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Bisnis tambak ikan patin di Kabupaten Seruyan tampaknya sangat menjanjikan. Bahkan dalam sekali panen saja, petani tambak bisa meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah.
Saiful Anwar, petani tambak ikan patin di Desa Sungai Udang, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, menceritakan untuk meraih keuntungan hanya menunggu enam bulan untuk masa panen ikan patin di tambak.
"Paling tidak baru bisa panen enam bulan setelah memasukan bibit patin ke tambak. Harus pandai memelihara supaya ikannya tidak banyak mati," kata Saiful Anwar, Kamis, 30 Mei 2019.
Dia mengatakan, hasil panen yang dapat meraih keuntungan lumayan tergantung pada nasib dan rezeki, serta juga pada pengelolaan saat pemberian makan ikan patin tersebut. Sehingga tidak boleh asal-asalan mengelola tambaknya.
"Sekarang kita ada memasukan bibit patin yang ukurannya sekitar dua jari tangan sebanyak 5.000 ekor. Harganya kita beli Rp 2.500 perekor, kalau yang ukuran kecil itu Rp 350 per ekor," jelasnya.
--page
Dari jumlah 5.000 ekor tersebut, kata Saiful setidaknya kemungkinan untuk hidup di angka 80 persen atau sekitar 4.000 ekor.
"Itu kemungkinan terbaik di 80 persen, kemungkinan terburuk di angka 30 persen saja yang hidup. Jadi tergantung rezeki saja lagi kalau sudah maksimal kita kelola dengan baik," ucapnya.
Dan saat musim panen tiba, harga patin dijual Rp 19 - 20 ribu per kilogramnya. Apabila di jual ke Sampit, harganya Rp 21 ribu per kilogram.
"Di sana ada yang menampung, ya kalau baik 80 persen, keuntungan lumayan bisa Rp 20an juta lah," pungkasnya. (RENO/B-11)







