BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, H Rudianur ingin ke depannya agar program revitalisasi pasar tradisional jadi perhatian pemerintah daerah.
Menurut dia, komitmen itu nantinya dibuktikan dengan dukungan untuk rehabilitasi pasar yang kumuh menjadi pasar yang nyaman, sehat, dan menyenangkan.
“Selama ini kesan pasar tradisional selalu diidentikan dengan hal yang kumuh, becek, macet, dan lain sebagainya. Sehingga, sebagian masyarakat mulai malas berkunjung," kata dia, Kamis, 30 Mei 2019.
Apabila hal ini tidak diatasi, maka pasar tradisional akan gulung tikar. Imbasnya, pedagang yang berjualan di situ akan kebingungan mengembangkan usahanya.
Dia melihat persoalan pasar ini menjadi tonggak untuk membangun ekonomi masyarakat di tengah gempuran pasar modern seperti saat ini.
--page
Masuknya pasar modern secara besar-besaran membuat pasar tradisional jadi terancam. Namun di berkomitmen untuk mengupayakan bagaimana caranya agar pasar tradisional tidak kalah bersaing.
"Kita mendorong ekonomi masyarakat meningkat, namun itu tidak akan tercapai jika fasilitas tidak kita bantu," tandasnya. (NACO/B-11)








