SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah anggota DPRD Kotawaringin Timur periode 2014-2019 yang tidak menjabat akan segera kembali ke masyarakat. Per 14 Agustus 2019 nanti, mereka akan menanggalkan jabatannya sebagai wakil rakyat. 

Meski demikian dari sejumlah anggota dewan itu sudah mulai merencanakan kegiatannya. Mulai dari mengembangkan kelembagaan adat, menjadi pengusaha, hingga langkah politik mempersiapkan diri maju pada Pilkada Kotawaringin Timur 2020 ini.

Sarjono, anggota Komisi III dari Fraksi Golkar ini mengaku akan kembali ke masyarakat biasa. Bahkan dia juga diminta untuk menjabat kembali menjadi Damang Kepala Adat Kecamatan Antang Kalang. Profesi lamanya sebelum duduk di DPRD. 

"Saya diminta kembali jadi Damang. Makanya ketika saya di DPRD, jabatan damang itu diganti plt saja," kata pria dari Dapil V Kotawaringin Timur itu, Kamis, 30 Mei 2019.

William Novetra dari Partai Demokrat yang sebelumnya menjabat di Komisi I tidak mencalonkan diri di pileg lalu. Pria yang berlatar belakang pengusaha ini memilih untuk kembali ke dunia lamanya yakni wiraswasta.

--page

"Saya lebih memilih kembali lagi ke dunia usaha. Mengurus usaha yang sempat terbengkalai, makanya saya tidak maju lagi," katanya.

Begitu juga dengan Hari Rahmad Panca Setia anggota Komisi IV, H Dani Rakhman anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, yang nampaknya akan kembali ke usahanya. 

Hari merupakan pengusaha perumahan, sementara Dani Rakhman tetap di usaha pertambangannya. Bahkan Hari sendiri juga punya ancang-ancang maju dan mempersiapkan diri untuk maju pada Pilkada Kotawaringim Timur. Selain itu, ia merupakan Ketua DPC Hanura Kotawaringin Timur.

"Kalau saya tetap di usaha saya sebelumnya, untuk mengembangkannya," tukas Dani Rakhman.

Sementara itu , Wakil Ketua DPRD, H Supriadi meski gagal melaju kembali ke periode 2019 - 2024 itu memastikan dirinya akan kembali terjun ke Pilkada Kotim 2020.

--page

Bahkan pria yang terkenal aktif selama menjabat di DPRD ini menegaskan  akan berpasangan dengan Wakil Bupati Kotawaringin Timur, HM Taufiq Mukri.

"Saya pasti maju, apalagi Golkar sudah ada 6 kursi," tegasnya.

Kini ia sudah menjajaki koalisi dengan sejumlah pihak dan partai Politik. Dipastikan modal utama Supriadi yakni Partai Golkar 

"Sudah mulai penjajakan, termasuk dengan Pak Taufiq semoga ada kesamaan sehingga punya komitmen yang sama untuk bertarung di Pilkada Kotim 2020 nanti," tegasnya.

Supriadi sudah masuk ke periode ketiga untuk mencalonkan diri. Meski gagal dia menganggap itu hal yang biasa. Pertarungan 2020 baginya sangat menarik. Selain tidak ada calon petahana, juga banyak calon baru mulai bermunculan. 

--page

“Bahkan minimal 5 calon nanti yang bertarung supaya masyarakat banyak pilihan. Semua masyarakat punya kesempatan yang sama untuk mencalonkan diri,“ tegasnya.

Begitu juga dengan, Ketua DPRD, HM Jhon Krisli. Ia tidak maju setelah tidak dicalonkan PDIP di Pileg 2019 ini. Jhon memilih akan melanjutkan karir politiknya mencalonkan menjadi Bupati Kotim. 

Jhon Krisli rencananya akan maju melalui perahu jalur perseorangan. Penggalangan dukungan masyarakat tersebut ia lakukan sebagai modal untuk maju menjadi calon bupati melalui jalur independen itu.

Jhon mengaku tim suksesnya saat ini sudah mulai bekerja menggalang dukungan masyarakat. Selanjutnya, kepastian pencalonan tersebut akan dideklarasikan pada 13 Juni 2019 nanti. (NACO/B-11)