SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Lokasi yang paling ramai dikunjungi masyarakat lantaran dinilai strategis menyaksikan tradisi perang atau betawakan air di Sungai Jelai yakni pelabuhan speedboat. Banyak warga yang menyaksikannya dari lokasi itu.

"Selain lokasinya nyaman, juga banyak pedagang kuliner yang berjualan," kata Ijul, warga Sukamara, Rabu, 5 Juli 2019.

Menurut Ijul, acara yang sudah menjadi tradisi tahunan saat menyambut Hari Raya Idul Fitri tersebut merupakan kegiatan positif. Sebab, bisa meningkatkan tali silaturahmi sesama masyarakat. 

"Ini juga meningkatkan hubungan dengan masyarakat Provinsi Kalimantan Barat, karena warga Desa Sukarama di bantaran Sungai Jelai juga sering ikut meramaikan." tuturnya. 

Dia melanjutkan, acara betawakan tidak menyakiti siapapun meskipun mereka terkena lemparan air. Di acara tersebut juga tidak ada rasa dendam. Peserta selalu senang dan terhibur dengan acara tersebut.

--page

"Meskipun kita kena lemparan air, kita tidak marah, kita senang saja," kata Ijul. (NORHASANAH/B-11)