KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Obyek wisata Bukit Batu di Kasongan Kabupaten Katingan pada hari kedua Idul Fitri, Kamis, 6 Juni 2019, ramai dikunjungi wisatawan.

Selain dari Kasongan dan sekitarnya, pengunjung yang datang di Bukit Batu yang dulunya merupakan pertapaan pahlawan nasional sekaligus Gubernur Kalteng pertama, Tjilik Riwut pada saat masa penjajahan itu juga berasal dari warga luar daerah, seperti Palangka Raya, Gunung Mas dan Pulang Pisau. Bahkan tidak jarang ada juga warga dari Banjarmasin, Kalsel.

Pantauan borneonews.co.id sejak pukul 08.00 Wib, Bukit Batu ini sudah ramai dikunjungi warga masyarakat.  

Hingga siang pukul 12..00 Wib, jumlah pengunjung di Bukit Batu ini mencapai lebih dari 2.000 orang.

"Perkiraan dari pagi tadi sampai siang ini jumlah pengunjung yang datang ke Bukit Batu ini sudah lebih dari dua ribu orang," jelas Agus, petugas jaga obyek wisata Bukit Batu.

--page

Agus mengatakan, menurut perkiraan hingga sore nanti jumlah pengunjung di Bukit Batu bisa mencapai lebih dari 3.000 orang.

Pengunjung di Bukit Batu ini juga dimanjakan dengan aneka makanan dan minuman yang dijajakan pedagang kaki lima. Tak hanya itu, sejumlah penjual pakaian pun turun membuka lapaknya di Bukit Batu ini dengan harapan barang dagangan mereka laku terjual.

Bukit Batu ini konon, dulu menjadi tempat pertapaan Tjilik Riwut pada masa penjajahan.

Uniknya, beberapa batu yang ada masing-masing memiliki nama tersendiri, yakni:

1. Batu Banama

Batu ini merupakan pintu gerbang masuk menuju lingkungan objek wisata Bukit Batu. Jika dilihat dari depan, bentuk batu ini menyerupai peta Kalimantan Tengah. Konon cerita batu ini menunjukan jumlah anak sungai yang ada di Kalteng.

--page

2. Batu Keramat 

Batu tersebut mempunyai hubungan yang erat dengan riwayat hidup pahlawan nasional Tjilik Riwut dari suku Dayak Kalteng. Menurut cerita sepasang suami istri mendapat wahyu dari Batu Keramat.

3. Batu Sial

Pada batu tersebut konon tempat orang membuang sial dengan cara memanjat sampai di atas.

4. Batu Dewa

Batu tempat penulisan nama, Batu Darung Bawan dan Batu Teras Pambelum.

Selain berbagai jenis batu, Bukit Batu juga memiliki peninggalan sejarah eksotik lainnya, yaitu Telaga Bawin Kameluh. Telaga atau sumur tersebut adalah tempat mandi Bawin Kameluh. Istimewanya, sumur itu selama ini tidak pernah kering walau musim kemarau. (ABDUL GOFUR/B-5)