PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Hari pertama setelah libur nasional dan cuti bersama lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah, pasien di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun membeludak dua kali lipat dibandingkan dengan hari biasa.

"Kunjungan pasien berobat jalan di Poliklinik mencapai angka 200 orang, jika hari biasanya hanya berkisar 100 hingga 150 orang per hari," ujar Direktur RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun Fahrudin, Senin, 10 Juni 2019.

Sebagian besar pasien yang rawat jalan dan berobat pada dokter spesialis dalam. Penyakit yang diderita pasien rawat jalan sebagian besar karena hipertensi, kolesterol, dan gangguan percernaan.

"Tak hanya orang dewasa yang menjalani pengobatan rawat jalan gangguan pencernaan, tetapi anak - anak pun banyak yang menjalani rawat jalan di poliklinik," jelasnya.

Pasca libur lebaran juga terjadi peningkatan pada pasien rawat inap, sedangkan kapasitas tempat tidur ruang khusus penyakit dalam yang tersedia hanya 30 tempat tidur sehingga pasien rawat inap kelas III penyakit dalam sampai kelorong lorong, begitu juga dengan rawat inap pasien anak-anak pun meningkat.

--page

"Meningkatnya jumlah pasien ini sampai ada yang dilorong - lorong," katanya.

Sampai dengan pukul 09.00 WIB, pasien rawat jalan yang telah mendaftar sekitar 200 orang. Pasien rawat jalan ini rujukan dari Puskesmas yang berobat pada Hari Jumat dan Sabtu.

"Membludaknya pasien karena banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa Poliklinik tetap buka meski libur dan cuti bersama," ungkapnya.

Pelayanan Poliklinik dibuka hingga pukul 14.00 WIB dan diperkirakan puncak kunjungan pasien rawat jalan di poliklinik akan meningkat pada Selasa, 11 Juni 2019. Berdasarkan prosedurnya sebelum berobat ke rumah sakit harus ada rujukan puskesmas.

"Kemungkinan puncaknya selasa, sebab prosedur berobat kerumah sakit itu hrus ada rujukan dari puskesmas, setelah libur barulah pasien ini pergi kerumah sakit," katanya.

--page

Bahkan, selama libur lebaran dan cuti bersama RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun tetap memberikan pelayanan. "Saat libur dan cuti bersama bagi kami tidak ada istilah libur, bahkan pasien meningkat 50 orang perharinya, pelayanan rawat jalan tetap kami buka meski ruangannya kami alihkan ke IGD," kata dia. (DANANG/B-5)