BORNEONEWS, Sukamara - Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi meminta Dinas Kesehatan fokus dalam mengelola anggaran yang besar termasuk mengatasi permasalah stunting.
"Angaran yang diterima itu 10 persen (dari APBD), fokusnya dengan anggaran sebesar itu tidak ada lagi stunting di wilayah kita," pinta H Ahmadi saat bersilaturahmi ke Dinkes hari ini, Senin, 10 Juni 2019.
Ahamdi melanjutkan, berdarkan data di Provinsi, Sukamara nol persen stunting. Meskipun begitu petugas kesehatan harus terus melakukan pendataan terhadap penderita stunting di sana.
"Rasanya tidak nol, mungkin ada saja tapi kita telat dalam melakukan pelaporan atau laporannya tidak sampai, sehingga tidak sempat terdata," tuturnya.
Ahmadi menegaskan, agar anggaran yang diterima Dinkes setiap tahunnnya dapat dikelola dengan baik, terutama dalam menjalankan program-program yang berkaitan langsung dengan masyarakat.
--page
"Untuk Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan yang harus lebih diutamakan adalah program bukan proyek," tegasnya.
Berdasarkan informasi dari Dinekas, jumlah penderita stunting di Kabupaten Sukamara masih rendah, yakni berada dibawah 14 persen. (NORHASANAH/B-5)








