PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menyampaikan beberapa hal indikator keberhasilan makro ekonomi selama tiga tahun memimpin. 

Beberapa poin keberhasilan itu disampaikan Wakil Gubernur Kalteng, Habib Ismail pada apel besar halal bi halal, Senin, 10 Juni 2019.

Apel pascalibur panjang Lebaran 1440 H itu dihadiri Sekda Kalteng Fakhrizal Fitri, para pejabat pemerintah dan pegawai aparatur sipil negara.

Adapun poin itu, yakni pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi sebesar 5,64 %, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonom nasional sebesar 5,17%.  Angka kemiskinan sebesar 5,10 % lebih rendah atau lebih baik dari capaian nasional yakni 9,66 %. 

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM tahun 2017 sebesar 69,79 dan IPM tahun 2018 sebesar 70,81. Gini Ratio 0,342 lebih rendah atau lebih baik dibandingkan dengan capaian nasional sebesar 0,384. 

--page

Pada tahun 2019, pemerintah provinsi kembali mendapat penilaian dari BPK-RI Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP atas laporan keuangan tahun 2018.

Struktur APBD Kalteng saat ini sebesar 5,45 triliun, dengan Belanja Langsung atau BL sebesar 2,79 triliun rupiah dan Belanja Tidak Langsung atau BTL sebesar 2, 66 triliun rupiah, dengan APBD yang terbatas, pemerintah provinsi Kalimantan Tengah tentu tidak maksimal membangun sarana dan prasarana untuk mensejahterakan rakyat. 

"Perlu saya sampaikan bahwa, berdasarkan perhitungan pemerintah provinsi Kalimantan Tengah, seharusnya kebutuhan ideal dana setiap tahun untuk membangun infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan perekonomian masyarakat adalah sebesar Rp 4 triliun lebih," kata Ismail.

Dia menambahkan, saat ini Pemprov Kalteng berusaha mencari terobosan untuk meningkatkan pendapatan daerah yang nantinya secara langsung akan meningkatkan besaran APBD provinsi, untuk mengakomodasi keperluan dana pembangunan. 

Salah satu terobosan pemerintah Kalteng untuk peningkatan pendapatan daerah adalah sumbangan pihak ketiga. Yaitu melalui Peraturan Gubernur Nomor 16 Tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penerimaan dan Pengelolaan Hibah atau sumbangan dari pihak ketiga kepada pemerintah provinsi Kalteng.

--page

"Selama tiga tahun kami menjalankan amanah ini, beberapa indikator ada peningkatan serta kemajuan dan ini merupakan kerja keras kita bersama," ucapnya.

Gubernur Kalteng juga bergarap kepada kepala SOPD beserta stafnya, agar bekerja lebih keras lagi untuk mewujudkan visi dan misi kami menuju Kalteng Berkah yaitu Bermartabat, Elok, Relegius, Kuat, Amanah dan Harmonis di Bumi Tambun Bungai, tanah berkah untuk Indonesia. (BUDI YULIANTO/B-11/Adv)